Tampilkan postingan dengan label Kec. Purwanegara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kec. Purwanegara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Juni 2014

Pelatihan Ketrampilan Bodyrepair dan Variasi kendaraan Bermotor

Mulai tanggal 19 Maret 2012 sampai 21 hari mendatang, akan dilaksanakan pelatihan ketrampilan Body Repair dan Variasi kendaraan bermotor yang diikuti oleh 5 orang pemuda Desa Purwonegoro, kacamatan Purwanegara, Banjarnegara.Pada hari pertama pelatihan, diisi dengan materi kewirausahaan, bertempat di Balai Desa Purwonegoro. Sedangkan untuk teori dan praktek materi lainnya dilaksanakan di Desa Gumiwang, tepatnya di Bengkel Rywana.
Kegiatan ini terlaksana dengan adanya dukungan dari Pemerintah Desa Purwonegoro, masyarakat dan tentunya juga dari Program PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Banjarnegara. Melalui kegiatan RBM (Ruang Belajar Masyarakat), PNPM MPd Kabupaten Banjarnegara memberikan bantuan dana untuk pelaksanaan pelatihan ini.Hal ini pantas disyukuri, karena dari 20 kecamatan di Banjarnegara, desa Purwonegoro merupakan satu dari lima kecamatan yang mendapat bantua dari Dana RBM.

Berikut foto kegiatan pelatihan tersebut.



 
==> Pernah ditulis disini: http://desapurwonegoro.blogspot.com/2012_03_01_archive.html

Merajut Untung dari Kerajinan Rajutan

Merajut Untung dari Kerajinan Rajutan


Sejak beberapa bulan terakhir, ada satu pemandangan yang berbeda di  Dusun Muntangsari,  Desa/Kecamatan  Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara. Beberapa ibu-ibu rumah tangga asyik bercengkerama, tertawa dan tangan-tangan terampil sibuk menyulam.

Ya, mereka adalah anggota kelompok Bintang Mandiri yang sedang mengadakan kegiatan belajar bersama membuat aneka produk dengan bahan dan model rajutan. Termasuk yang terlihat pada hari Selasa, 27 Nopember 2012, bertempat di rumah kosong milik warga setempat, mereka asyik sedang belajar merajut. Menurut ketua kelompok Bintang Mandiri, Esti Jumiyanti, pertemuan latihan bersama anggota kelompok seperti ini sudah berjalan lebih dari lima kali. Menurutnya, dengan cara berkumpul seperti itu mereka bisa saling belajar untuk membuat produk yang bagus serta bisa menambah semangat usaha.

Selanjutnya, dia mengatakan, bahwa pelatihan ini dilaksanakan secara mandiri. Jadwal pelatihan setiap hari Selasa dan Jum’at. Peserta rata-rata delapan orang yang merupakan para anggota kelompok.
Disamping mengadakan kegiatan belajar dan produksi bersama, kelompok juga melakukan pembenahan di bidang lain kelompok, misalnya administrasi, organisasi, permodalan dan jaringan.

Untuk bidang administrasi, kelompok telah memiliki beberapa buku administrasi kelompok, antara lain: buku kas, buku anggota dan pengurus, buku tamu, buku tabungan anggota, buku notulen, dan lain-lain.
Mengenai organisasi, kelompok telah menyusun kepengurusan terdiri dari Esti Jumiyanti (Ketua), Siti Khatijah (Sekretaris), Gian Briansih (Bendahara). Jumlah anggota sementara sebanyak 9 orang dan rencana akan terus ditingkatkan. Sedangkan mengenai permodalan, kelompok saat ini baru memiliki asset senilai 1 Juta hasil tabungan/iuran atau andil para anggota. Di kelompok disepakati adanya tabungan pokok Rp. 100.000/orang dan simpanan wajib Rp. 2.500/orang/bulan.

Selain itu, kelompok juga mencoba aktif mengembangkan jaringan pemasaran dan kerjasama dengan pihak lain. Sistem pemasaran produk saat ini masih sederhana, melalui promo dalam forum-forum pertemuan, keliling menawarkan produk, dan dititipkan di toko. Memang pemasaran masih dalam lingkup kecil. Hal ini karena kemampuan poduksi masih terbatas, yang mana ini tidak terlepas karena kendala: permodalan, kesulitan pengadaan bahan baku dari sekitar Banjarnegara serta penguasaan ketrampilan anggota yang masih perlu terus ditingkatkan.

Adapun produk-produk kerajinan yang saat ini sudah mampu dihasilkan antara lain: tas, dompet, Bros,taplak, aneka produk berbahan Flanel misalnya tempat HP.

Berikut Foto-foto produk mereka : 











Pelatihan Pembuatan Pakan & Nutrisi Ternak Unggas Bersumberdaya Lokal

Pelatihan Pembuatan Pakan & Nutrisi Ternak Unggas Bersumberdaya Lokal



Kulit kacang tanah, buah maja, cangkang telur, buah & sayur limbah pasar, nasi basi, ampas limbah tahu, bulu unggas dan lain-lain,oleh sebagian hanya dipandang sebagai sampah. Tapi pandangan semacam itu mulai berubah bagi anggota Kelompok Tani Ternak Unggas “Ngudi Luwih” di Desa/Kec. Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Dengan mendapat fasilitasi dari PNPM Mandiri Perdesaan, kelompok telah mengolahnya menjadi bahan baku pakan dan nutrisi ternak yang menguntungkan peternak karena murah dan mudah.

Kelompok tersebut terbentuk sebagai tindak lanjut dari pelatihan ternak unggas yang berlangsung pada bulan April 2012 yang lalu. Pada waktu itu kelompok mendapat pendanaan kegiatan dari dana BLM reguler PNPM Mandiri Perdesaan. Usai mengikuti pelatihan, para alumni pelatihan segera memulai usaha di bidang ternak unggas, meliputi Bebek dan ayam. Semula usaha berjalan sendiri-sendiri dan tanpa ikatan organisasi atau kelompok. Seiring perkembangan usaha dan dampak dari intensitas pertemuan para anggota, akhirnya mereka merasa membutuhkan keberadaan sebuah kelompok sebagai media saling belajar usaha dan pemasaran serta menjaga kekompakan anggota. Akhirnya mereka sepakat mengorganisir diri dalam wadah kelompok tani ternak unggas. Dengan kelompok tersebut diharapkan akan menjadi wadah saling belajar baik anggota kelompok, masyarakat sekitar dan di luar desa.

Agar keberadaan RBM (ruang belajar masyarakat) ini benar-benar lebih berfungsi, maka pada tanggal 24 -25 Nopember 2012 ini kelompok menyelenggarakan pelatihan Pembuatan Pakan & Nutrisi Ternak Unggas Bersumberdaya Lokal. Tujuan dari pelatihan ini seperti disampaikan ketua panitia sekaligus ketua kelompok, Eko Prayitno, adalah untuk membekali para anggota kelompok akan pengetahuan dan ketrampilan yang memadai dalam ternak unggas, terutama agar peternak tidak tergantung dengan pakan atau nutrisi pabrikan. Hal ini penting karena biaya pakan dan nutrisi memiliki andil sekitar 70% dari semua biaya usaha ternak unggas. Apabila biaya ini bisa diadakan secara mandiri, tentunya akan bisa menekan biaya sekaligus meningkatkan keuntungan peterna.
Kegiatan pelatihan didukung oleh Pokja RBM Kabupaten Banjarnegara. Dukungan itu diwujudkan dalam bentuk pendanaan kegiatan pelatihan sebesar Rp. 2.500.000 serta pendampingan. Pelatihan diikuti secara antusias oleh 20an orang peserta. Tempat pelatihan di rumah Bapak Suwitno, salah satu anggota kelompok. Sebagai narasumber, selain dari Pokja RBM dan Fasilitator Kecamatan, juga dari Kantor Dinas Pertanian Kecamatan Purwanegara, yaitu Bapak Ngudi Santosa (Pak Mantri Gendhon).

Dalam sambutan pengarahannya, Pak Bambang Eko Waluyo dari Pokja RBM menyatakan mendukung dan bangga dengan inisiatif kelompok dalam melakukan usaha di bidang ternak unggas. Diharapkan keberadaan kelompok dan kegiatan ini bisa menjadi percontohan dan wadah bagi masyarakat lain yang berminat belajar dalam bidang peternakan Unggas. Selain itu juga ditekankan bahwa untuk terus maju dan bersemangat, kita bisa berkaca pada siklus hidup elang.

Sementara itu, teori dan praktek pembuatan pakan dan nutrisi ternak dipandu oleh Bapak Ngudi Santosa. Diantaranya dengan memperkenalkan aneka jenis sumber pakan di sekitar yang murah dan mudah, kandungan gizi, takaran campuran serta praktek pembuatannya.

Sebagai tindak lanjut pelatihan, maka kegiatan belajar masyarakat ini akan terus diadakan secara rutin melalui pertemuan kelompok setiap minggu terakhir setiap bulannya. Tentunya dengan materi yang lain sesuai kebutuhan anggota.

Bahan baku pakan: Kulit Kacang Tanah

Bahan baku pakan: Sampah buah dan sayuran

Bahan baku pakan: Tepung Cangkang telur

Bahan baku nutrisi: Buah Maja

MUSYAWARAH DESA PERSIAPAN PNPM 2013

Senin, 18 Februari 2013



Bertempat di Balai Desa Merden dilaksanankan Musyawarah Desa. Acara yang langsung di pandu oleh Kepala Desa Merden, Achmad Badrusaalam tersebut secara khusus membahas tentang persiapan pelaksanaan PNPM tahun 2013. Sesuai hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2012 telah disepakati bahwa pelaksanaan PNPM tahun 2013 berada di wilayah Banter Dusun I Desa Merden. Kemudian pembahasan dilanjutkan lagi pada acara Musrenbangdes tahun berikutnya, yakni di tahun 2013. Pada Musrenbangdes 2013 beberapa waktu yang lalu pembahasan hanya seputar pemilihan anggota TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) PNPM dimana telah disepakati :

Ketua Sdr Nartim
Sekretaris Sdr Heru Rahutomo
Bendahara Sdri Miswati

Kemudian dalam perkembangannya, Sdr Nartim selaku ketua terpilih menyatakan tidak sanggup untuk melanjutkan tugasnya dikarenakan faktor kesibukan pekerjaannya selaku Pegawai Negeri Sipil di jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara. Akhirnya Kepala Desa Merden menunjuk Sdr Khadirin Farkhani sebagai pengganti untuk melanjutkan tugasnya sebagai Ketua TPK pada pelaksanaan PNPM tahun 2013.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Merden (Achmad Badrussalam) kembali mengingatkan kepada para peserta musyawarah tentang pentingnya semangat bergotong royong dalam membangun desa. “Alokasi PNPM tahun ini jumlah alokasi anggarannya berkurang hampir separoh dari jumlah alokasi PNPM tahun lalu. Padahal sesuai usulan RAB yang telah kita kirim, membutuhkan dana kurang lebih Rp 350 juta untuk merealisasikan program PNPM di tahun 2013 ini.  Oleh karena itu Kepala Desa meminta kepada segenap perangkat desa, ketua RT dan panitia bisa memaksimalkan swadaya masyarakatnya agar usulan program PNPM tahun ini bisa terwujud tanpa mengurangi kualitas dan mutu pekerjaan. Artinya masyarakat dituntut untuk bergotong royong membantu memaksimalkan swadaya masyarakat agar dana yang diterima bisa cukup untuk mewujudkan target pelaksanaan terutama program fisiknya”, kata Kepala Desa dalam sambutannya. Menurut informasi yang disampaikan oleh Ketua TPK (Khadirin Farkhani), sesuai hasil Musyawarah Antar Desa PNPM 2013 di Kecamatan Purwanegara, pada tahun ini jumlah total anggaran yang diperoleh untuk PNPM di Desa Merden adalah Rp 145.459.100,- dengan rincian sebagai berikut :
  1. Pekerjaan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 735 m
             -  Kegiatan Fisik Rp 84.128.000,-
             -  Operasional UPK ( 2%) Rp 1.782.000,-
             -  Operasional TPK ( 3%) Rp 2.673.000,-
             Total Rp 89.128.000,-
       2. Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP)
            -  Kegiatan Rp 12.000.000
            -  Operasional UPK ( 2%) Rp 250.000,-
            -  Operasional TPK ( 3%) Rp 378.000,-
            Total Rp 12.630.000,-
        3. PKH/PMT
            -  Kegiatan Rp 41.516.100,-
            -  Operasional UPK ( 2%) Rp 874.000,-
            -  Operasional TPK ( 3%) Rp 1.311.000,-
            Total Rp 43.701.000,-

Selanjutnya Kepala Urusan ( KAUR) Pembangunan Desa Merden (Sudin Prihadi) melanjutkan musyawarah untuk menyusun kelengkapan kegiatan PNPM yakni membentuk anggota TIM 18 yang terdiri dari :
1. TIM 6 Anggotanya :
    -  Basyiron RW
    -  Arif Wibowo
    -  Mustolah
    -  Marsudi Ahmad
    -  Nurlaeli
    -  Rundiati
2. TIM 5 Anggotanya :
     -  Taat Sidiq Gunawan, S.IP
     -  Sudin Prihadi
     -  Sajangah
     -  Tuslam
     -  Kastadi
3. TIM 4 Anggotanya :
    -  Wastono Sangad
    -  Minarto Mirin
    -  Makhudin
    -  Tawil
4. TIM 3 Anggotanya :
     -  Ujiono
     -  Sangadi
     -  Aminah

Setelah kelengkapan tim terbentuk maka acara Musyawarah Desa selesai dan sebelum ditutup Sekretaris Desa Merden (Taat Sidiq Gunawan,S.IP) menyampaikan beberapa informasi penting kepada para peserta. Semoga PNPM 2013 akan berjalan lancar, sukses dan transparan sesuai harapan kita bersama, amin.

Sumber : Sini

PERESMIAN JEMBATAN DI DESA MERTASARI KECAMATAN PURWANEGARA OLEH BUPATI BANJARNEGARA

Jembatan yang sangat di impi-impikan oleh masyaakat desa Mertasari akhirnya terwujud,  dengan menghabiskan dana yang tidak sedikit . Bantuan dari Dana PNPM sebesar Rp 271.463.000,- dari swadaya masyarakat desa Mertasari sebesar Rp 62.323.000 total keseluruhan sebesar Rp 333.786.000,- dengan volume 3m x  36m. .Dibuat nya jembatan tersebtut memudah kan para petani yang akan mengangkut hasil panen mereka, di samping itu jembatan tersebut menghubungkan antara desa Mertasari dan Desa Karanganyar. Semoga Pemerintah tetap meneruskan program tersebut.

Peresmian yang di tandai dengan pemotongan pita
oleh Bupati Banjarnegara. Yang disaksikan oleh Camat Purwanegara, PJOK , seluruh Kepala Desa Se Kecamatan Purwanegara,beserta masyarakat Desa Mertasari pada khususnya.
 Ini adalah pemotongan rambut sebagai bukti nadar dari masyarakat desa Mertasari
 Seluruh Desa Mertasari yang ikut berbahagia dan ikut berpartisipasi dengan membuat tumpeng untuk di makan bersama
BANGKIT BERSAMA UNTUK MANDIRI
SEGENAP PELAKU PNPM KECAMATAN PURWANEGARA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS KERJA SAMA YANG BAIK
 
Sumber : Sini

Kerajinan Rajutan Dari Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara

Kerajinan Rajutan Dari Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara

Pengembangan Usaha Banjarnegara. Tepatnya di Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Bajarnegara, terdapat sebuah Home Industri hasil binaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP), yang bisa dibilang kreatif dan unik. Adalah kreasi kerajinan rajutan dari di Desa Muntangsari RT 05 / V, Kec. Purwanegara, Banjarnegara. Usaha ini belum lama didirikan. Tepatnya bulan Oktober 2012 usaha kerajinan resmi. Berawal dari dukungan PNPM-MP, usaha yang dimulai sejak Oktober lalu kini sudah mampu memperkerjakan 8 orang karyawan.


Stand Produk Kerajinan Rajutan

Kerajinan ini saya temui saat acara Pesta Blogger Banjarnegara. Saat itu stand produk binaan UPK. Kec Purwanegara menjadi salah satu pusat perhatian para sahabat blogger. Ibu-ibu yang menjaga stand di atas adalah sebagian ibu-ibu yang membuat kreasi Kerajinan Rajutan. Mereka memang sangat kreatif, disela-sela kesibukannya bertugas sebagai ibu rumah tangga dan bercocok tanam, mereka masih mempunyai waktu untuk membuat sebuah kreasi.

Bandana dan Bros

Bahan dasar untuk membuat kerajinan rajutan ini terbuat dari benang dan dirajut sendiri. Kerajinan Rajutan yang sudah mulai dibuat oleh mereka antara lain; Bros, Bandana, Tempat Pensil, Tas, Tempat Handphone, Tempat Minuman dan masih banyak lagi kreasi lainnya. Dalam sehari Home Industri ini bisa menghasilkan lebih dari 20 pack. Produk ini dipasarkan di lingkungan sekitar, di toko-toko aksesoris yang berada di Kecamatan Purwanegara dan di kota. Selain itu, ada sales yang setiap harinya mengambil kerajinan ini, kemudian memasarkannya ke sekolah-sekolah.

Tempat Pensil dan Tas

Saat itu, saya sempat bertanya pada seorang Ibu yang sedang jaga stand. Ibu Sunarni namanya. Karena memang saya tertarik dengan kerajinan ini, jadi banyak pertanyaan yang saya ajukan kepadanya, antara lain tentang pembuatan tas rajutan. Rajutan ini berbahan dasar Benang Katun, Benang Nilon dan Benang Wol Arcelik. Harganya terjangkau lho, bros rajutan mulai dari Rp. 2.500,-. Sedangkan untuk Tas Rajutan, harga mulai dari Rp. 25.000,-. Sebagai anak
malasmuda yang mempunyai hobi jeng-jeng, rasanya kagum melihat ibu Sunarni dan teman-teman bisa membuat kerajinan seperti ini. ;) Bagaimana? Ada yang tertarik gak ya? :lol: UPK ini menerima pesanan lho, untuk souvenir atau cinderamata. :) Jangan sungkan-sungkan, silakan dipesan melalui e-mail muntangsariart@yahoo.co.id.
Bagaimana di daerah tempat tinggal sahabat? Apakah ada kerajinan semacam ini? :)

Sumber: sini

Rabu, 04 Juni 2014

Profil Kecamatan Purwanegara





Sale Pisang    : Desa Mertasari
Sarang Madu : Desa Kaliajir
Gula Merah    : Desa Karanganyar,kaliajir
Kecap           : Desa PucungBedug

Profil Kelompok Ketawa Multi Usaha

Profil Kelompok Ketawa Multi Usaha

Profil Kelompok Ngudi Luwih

Profil Kelompok Ngudi Luwih


Profil kelompok Muntangsari Art


Profil kelompok Muntangsari Art

Jumat, 15 Oktober 2010

Jembatan Petir Kegawa Banjir

http://ngapak.rawins.net/2010/09/jembatan-petir-kegawa-banjir.html

Banjarnegara - Jembatan nang Dukuh Sembir, Desa Petir, Kecamatan Purwonegoro ambruk ketabrak banjir sekang kali Lebak Menak. Padahal jembatan sing mbangune dibiayani PNPM Mandiri nembe rampung 25%. Jembatan sing nyambungna Dusun Krinjing wis ngentekna duit Rp 39 juta sekang total anggaran Rp 147 juta. Buis beton alias gorong-gorong limang iji katut kegawa banyu. Material watu karo wedi ya pada ilang.

Ketua tim pengelola kegiatan (TPK) Desa Petir, Khadirin, wingi  (17/9) ngomong nek desain jembatane arep derubah men ora ambruk kenang banjir maning. Maune desaine nganggo jenis limpas banjir. Trus rencanane arep deganti dadi tipe jonggol. Desain limpas banjir nganggo gorong-gorong pancen gampang dadi penyakit. Nek mampet wujude malah persis bendungan.

Gara-gara pondasi jembatan sing ilang, penduduk sing arep liwat dadi kangelan. Jaman urung dibangun malah jerene gampang dinggo nyabrang. Siki kondisine dadi ragenah akeh logakan sing ketutup banyu. Arep ngelangi ya angel wong nyabrange nggawa montor apa mobil. Masa ngelangi karo manggul montor.

Kasubag Pengendali dan Pengawasan Kegiatan nang Bagian Pembangunan Setda Banjarnegara, Yogo Pramono wis prentah meng pengelolane kon gagian laporan masalah kerusakane. Mena kalebu force majoure, tetep bae kudu diitung. Sing penting ngitunge sing temenan ya, pak. Aja ana sing mlebungesak.

Senin, 20 September 2010