Tampilkan postingan dengan label Kec. Banjarmangu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kec. Banjarmangu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juni 2014

Bupati Resmikan Gedung UPK Banjarmangu

(BANJARNEGARA) - Gedung Unit Pengelola Kecamatan (UPK) Banjarmangu yang terletak di Jalan Banjarmangu - Wanadadi, Kamis (31/03) diresmikan penggunaannya oleh Bupati Banjarnegara Drs. Ir. Djasri, MM, MT.
Gedung yang difungsikan sebagai pusat kegiatan UPK dalam mengelola kegiatan program pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat tersebut berdiri di atas tanah seluas 392 m2.
Tanah yang terletak di lokasi strategis tersebut dibeli dengan harga Rp 87.150.000;- Sedangkan total biaya pembangunan gedung  utama seluas 9 m x 12 m dan bangunan kamar mandi dan dapur seluas 4 m x 4 m adalah sebesar Rp 217.764.900;-  “Pembangunan gedung dimulai pada tanggal 24 Desember 2010 dan selesai pada tanggal 26 Maret 2011” kata Sugeng Rahardjo Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD).
Pembangunan Gedung UPK ini, lanjut Sugeng, memang telah direncanakan sejak lama oleh Pengelola UPK yang berdiri pada tahun 2003 seiring dengan pengembangan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Hal tersebut dikarenakan jumlah anggota penerima manfaat kegiatan yang dikelola UPK telah berkembang semakin banyak, sehingga tempat  yang lama di ruang depan rumah dinas Camat dirasa kurang nyaman dan tidak memadai seiring meningkatnya aktivitas koordinasi dan konsultasi. “Karena itu, mulai tahun 2006 sampai akhir tahun 2009, UPK mengalokasikan anggaran sebesar 10% dari Total Surplus Netto untuk mewujudkan pembangunan gedung ini” katanya.
Camat Banjarmangu, Sri Sumarni, S. Sos berharap dengan telah berdirinya bangunan kantor UPK ini semua kebutuhan anggota dapat terlayani dengan baik. Karena sudah milik sendiri, waktu untuk koordinasi dan konsultasi jadi lebih luwes. Selain itu, dengan suasana kantor yang lebih nyaman Ia berharap semangat kerja pengurus meningkat. “Ada harapan, bila semangat kerja pengurus meningkat, maka harapannya surplus juga meningkat. Dampaknya akan semakin banyak masyarakat pedesaan yang menerima manfaat dari kehadiran program PNPM Mandiri melalui semakin kuatnya UPK ini” katanya.
Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT berharap apa yang dicapai oleh UPK Banjarmangu ini ditiru oleh kecamatan-kecamatan lain. Terbukti melalui pengelolaan yang professional, UPK tumbuh menjadi lembaga keuangan mandiri yang mensuplai kebutuhan modal Rumah Tangga Miskin dengan baik. Bukan tidak mungkin, lanjutnya, pengelolaan yang professional ini dapat meningkatkan peran UPK seperti halnya lembaga keuangan swasta layaknya Bank dan BKK. Bila modal semakin besar, maka pagu pinjaman pun akan semakin besar.
“Perlu digaris bawahi, karena dana kegiatan ini bersumber dari dana pemerintah, maka prinsipnya semua dana memang harus dikembalikan ke masyarakat. Dengan demikian saya berharap UPK menerapkan jasa pinjaman yang lebih rendah dibandingkan bank professional” katanya.
Berkaitan dengan aktivitas UPK ini Djasri mengakui, bila peran PNPM Mandiri perdesaan dalam mengentaskan kemiskinan ini sangat terasa sekali pengaruhnya. Rumah Tangga Miskin yang membutuhkan modal untuk meningkatkan kemampuan ekonominya sangat tertolong melalui keberadaan program ini. Apalagi jatuhnya bantuan dan pengelolaannya yang langsung di tangan masyarakat, tak dipungkiri membuat program ini dinilai sangat aspiratif dan langsung pada sasaran.  “Terbukti masyarakat miskin bila diberi kesempatan dan pendampingan yang baik ternyata bisa memilih prioritas pembangunan bagi lingkungannya dan mampu mengelola keuangan dengan baik untuk peningkatan kesejahteraan bagi rumah tangganya” katanya

Sumber : SINI

85 Rumah Tangga Miskin Banjarmangu Terima Dana Plesterisasi



UANG PLESTERISASI: Bupati Djasri saat memberikan tali asih kepada warga miskin di Kecamatan Banjarmangu, Kabupoaten Banjarnegara,Jateng , Kamis (31/03). (foto:ebr/BNC)

BANJARNEGARA – 85 Rumah Tangga Miskin di wilayah Kecamatan Banjarmangu, Kamis (31/03) menerima dana Plesterisasi dari Unit Pengelola Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan Banjarmangu. Secara simbolis penyerahan bantuan dilakukan oleh Bupati Banjarnegara Drs. Ir. Djasri, MM, MT di sela-sela kegiatan peresmian Gedung baru UPK kepada perwakilan Rumah Tangga Miskin (RTM) Nikam Suryani dari desa Banjarmangu. Masing-masing RTM menerima dana plesterisasi sebesar Rp Rp 1.050.000;-.
Bupati Djasri menyambut baik apa yang dilakukan oleh UPK Banjarmangu karena telah secara nyata memberikan bantuan langsung kepada RTM yang bersumber dari pengembangan dana bantuan PNPM Mandiri Perdesaan. Hal ini, lanjutnya, patut ditiru oleh semua pengelola dana PNPM Mandiri Perdesaan di Kabupaten Banjarnegara. Karena menurut Djasri, apa yang dilakukan oleh UPK merupakan contoh dari keberhasilan program pengentasan kemiskinan yang sebenarnya. “Fasilitasi program yang dilakukan Pemerintah dikembangkan di tengah masyarakat. Jadi, masyarakat saling membantu saudaranya yang kekurangan secara mandiri” katanya.
Bila keberhasilan program PNPM Mandiri seperti ini dapat dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara, lanjutnya, bukan tidak mungkin angka kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara yang sekarang mencapai 18%, akan mengalami penurunan lebih cepat lagi. Bukankah idealnya, imbuhnya, pembangunan itu merupakan suatu upaya bersama bahu membahu antara pemerintah dengan rakyat. “Pemerintah berperan sebagai fasilitator dan rakyat menindaklanjuti dengan aktif dan cerdas upaya dari pemerintah tersebut” katanya.
Selanjutnya Djasri meminta kepada Pengelola UPK untuk terus mengembangkan kegiatannya seoptimal mungkin. Menurutnya, dengan pengelolaan dana Milyaran Rupiah dan dengan angka kredit macet sebesar 1% menunujukan pengurus UPK Banjarmangu telah bekerja dengan baik dan menunjukan juga bahwa UPK merupakan lembaga keuangan yang sehat. “Pesan saya, pegang terus kejujuran, kedisiplinan dan amanah yang Pengelola emban. Kehancuran suatu lembaga keuangan atau lembaga apapun akan terjadi ketika Pengelolanya tidak amanah dan tidak profesional” tegasnya.
Menurut Koordinator UPK, Ageng Manah, dana bantuan social tersebut berasal dari Surplus yang diperoleh dari pengelolaan Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Surplus tersebut diprogramkan untuk dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pengembangan modal UEP dan SPP serta untuk Kegiatan Sosial. Untuk kegiatan social diarahkan pada peningkatan kesejahteraan Rumah Tangga Miskin. “Alokasi Surplus Netto UPK tahun 2010 sebesar Rp 95.308.000;- Untuk tahun 2011 kita patok target Rp 120 juta“ katanya.
Total asset yang dikelola UPK Banjarmangu, imbuhnya, adalah sebesar 3,3 M dengan dana produktif sebesar 3,05 M. Dana produktif tersebut dikelola untuk Usaha Ekonomi Produktif dan dalam bentuk simpan pinjam yang didistribusikan kepada 176 kelompok yang tersebar di 17 desa se wilayah kecamatan Banjarmangu. Rata-rata anggota kelompok adalah 15 orang dengan dana pinjaman maksimum per anggota 4 juta rupiah. “Dengan potensi seperti itu, capaian pertumbuhan kekayaan UPK dalam tahun 2010 mencapai 21 %” katanya.
Sementara itu, menurut Kepala KPMD Drs. Suroso, kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan secara garis besar terbagi dua yaitu kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatanya berupa pembangunan sarana dan prasarana desa, Peningkatan Kualitas Hidup (PKH) serta Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP). “Untuk penyaluran dan pengelolaan Dana PNPM dillakukan melalui UPK ini” katanya.
Sedangkan tujuan dari pelaksanaan program Alokasi Dana Sosial RTM ini, lanjutnya, diantaranya adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahtaran RTM; mengurangi jumlah RTM. Dan yang berkaitan dengan harapan Bupati, imbuh Suroso, adalah menggali potensi masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam hal peduli lingkungan. “Wujud nyata program dilaksanakan dalam bentuk plesterisasi RTM di seluruh wilayah Banjarmangu” katanya
Sumber : SINI